KOTA SERANG,- Dalam upaya "menggaungkan" Program Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) di level nasional, FPTK Provinsi Banten turut serta dalam ajang Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2025 yang digelar oleh Kementerian PPN/Bappenas. Secara resmi, FPTK Banten mendaftar sebagai peserta SAA 2025 pada Selasa (14/10/2025).
"Alhamdulillah, kami sudah terdaftar sebagai peserta SAA 2025 tertanggal 17 Oktober 2025 dan telah mengisi borang yang terdiri dari bagian Komitmen dan Best Practice, sebagai persyaratan utama penilaian awal," kata Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna didampingi Sekretaris, Asep Feriyatna.
Ia menyatakan, event nasional yang tahun ini mengangkat tema "Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Penurunan Kemiskinan" merupakan momen berharga bagi FPTK Banten untuk mengenalkan program pelestarian terumbu karang yang sejak tahun 2020 telah digagas di wilayah Provinsi Banten.
"Menurut hemat kami, apa yang dilakukan sejak tahun 2020 hingga saat ini bersama masyarakat nelayan berupaya menjaga, merawat dan melestarikan terumbu karang, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari inovasi pangan dan gizi. Terumbu karang, merupakan ekosistem bawah laut yang banyak memberikan manfaat bagi semua makhluk, baik yang hidup di laut maupun di darat," paparnya.
Pelestarian terumbu karang, lanjut Nurwarta, memiliki andil besar untuk ketahanan pangan dan gizi nasional, selaras dengan Program Unggulan Banten yakni "BANTEN RAMAH", Asta Cita Pembangunan Nasional yakni poin 8, "Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur dan Pilar SDGs; Pembangunan Lingkungan, Tujuan/Target No.2, Ketahanan Pangan, No.13, Penanganan Perubahan Iklim dan No.14, Kehidupan/Ekosistem Lautan.
"Terumbu karang tempat berkembangbiaknya ikan yang menjadi matapencaharian utama nelayan. Ikan juga sumber gizi kaya protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Atas dasar itulah, FPTK Banten memberanikan diri mendaftar sebagai peserta SAA 2025" imbuhnya.

Ditegaskan, selain melakukan konservasi terumbu karang dengan metode transplantasi menggunakan media Rak Jaring Laba-Laba (Web Spider), FPTK Banten juga terus melakukan edukasi kepada kalangan pelajar (TK, SD, SMP dan SMA) serta mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Banten. "Kami juga mencoba untuk mendorong tumbuh kembangnya olahan pangan/kuliner khas pesisir dengan menggelar event Festivasl Terumbu Karang I-2025 diawali dengan kegiatan Lomba Masak Kuliner Khas Pesisir dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional, September lalu," ujarnya.
Ia berharap, dengan keterlibatan FPTK Banten pada ajang SAA 2025 dapat menambah wawasan, pengetahuan dan juga semangat ekstra untuk terus berkomitmen mewujudkan "Laut Bersih, Sehat & Produktif" secara berkelanjutan dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, kelompok/organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha/industri dan media massa.
Untuk diketahui, Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 merupakan ajang apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan TPB/SDGs di Indonesia. Saat ini pelaksanaan Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 telah memasuki tahun keempat.
Melalui ajang penghargaan ini, Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksana SDGs di Indonesia berharap berbagai praktik baik yang dilakukan pemangku kepentingan dapat direplikasi lebih luas dan mendorong percepatan target pencapaian TPB/SDGs pada “Decade of Action”.***
KOTA SERANG,- Dalam upaya "menggaungkan" Program Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) di level nasional, FPTK Provinsi Banten turut serta dalam ajang Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2025 yang digelar oleh Kementerian PPN/Bappenas. Secara resmi, FPTK Banten mendaftar sebagai peserta SAA 2025 pada Selasa (14/10/2025).
"Alhamdulillah, kami sudah terdaftar sebagai peserta SAA 2025 tertanggal 17 Oktober 2025 dan telah mengisi borang yang terdiri dari bagian Komitmen dan Best Practice, sebagai persyaratan utama penilaian awal," kata Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna didampingi Sekretaris, Asep Feriyatna.
Ia menyatakan, event nasional yang tahun ini mengangkat tema "Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Penurunan Kemiskinan" merupakan momen berharga bagi FPTK Banten untuk mengenalkan program pelestarian terumbu karang yang sejak tahun 2020 telah digagas di wilayah Provinsi Banten.
"Menurut hemat kami, apa yang dilakukan sejak tahun 2020 hingga saat ini bersama masyarakat nelayan berupaya menjaga, merawat dan melestarikan terumbu karang, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari inovasi pangan dan gizi. Terumbu karang, merupakan ekosistem bawah laut yang banyak memberikan manfaat bagi semua makhluk, baik yang hidup di laut maupun di darat," paparnya.
Pelestarian terumbu karang, lanjut Nurwarta, memiliki andil besar untuk ketahanan pangan dan gizi nasional, selaras dengan Program Unggulan Banten yakni "BANTEN RAMAH", Asta Cita Pembangunan Nasional yakni poin 8, "Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur dan Pilar SDGs; Pembangunan Lingkungan, Tujuan/Target No.2, Ketahanan Pangan, No.13, Penanganan Perubahan Iklim dan No.14, Kehidupan/Ekosistem Lautan.
"Terumbu karang tempat berkembangbiaknya ikan yang menjadi matapencaharian utama nelayan. Ikan juga sumber gizi kaya protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Atas dasar itulah, FPTK Banten memberanikan diri mendaftar sebagai peserta SAA 2025" imbuhnya.

Ditegaskan, selain melakukan konservasi terumbu karang dengan metode transplantasi menggunakan media Rak Jaring Laba-Laba (Web Spider), FPTK Banten juga terus melakukan edukasi kepada kalangan pelajar (TK, SD, SMP dan SMA) serta mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Banten. "Kami juga mencoba untuk mendorong tumbuh kembangnya olahan pangan/kuliner khas pesisir dengan menggelar event Festivasl Terumbu Karang I-2025 diawali dengan kegiatan Lomba Masak Kuliner Khas Pesisir dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional, September lalu," ujarnya.
Ia berharap, dengan keterlibatan FPTK Banten pada ajang SAA 2025 dapat menambah wawasan, pengetahuan dan juga semangat ekstra untuk terus berkomitmen mewujudkan "Laut Bersih, Sehat & Produktif" secara berkelanjutan dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, kelompok/organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha/industri dan media massa.
Untuk diketahui, Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 merupakan ajang apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan TPB/SDGs di Indonesia. Saat ini pelaksanaan Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 telah memasuki tahun keempat.
Melalui ajang penghargaan ini, Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksana SDGs di Indonesia berharap berbagai praktik baik yang dilakukan pemangku kepentingan dapat direplikasi lebih luas dan mendorong percepatan target pencapaian TPB/SDGs pada “Decade of Action”.***