GERAKAN MEMBANGUN TERUMBU KARANG

(GERBANG TERANG)

Wujudkan Laut Bersih, Sehat & Produktif

LAZ HARFA BANTEN MONITORING TERUMBU KARANG DI PULAU LIWUNGAN DAN BADUL

PANDEGLANG.- Tim Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten selama dua hari, Senin dan Selasa (6-7 Oktober 2025) melakukan monitoring terumbu karang di Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang dan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

"Kami bersama tim dari FPTK Banten memonitoring Program Konservasi Terumbu Karang periode 2024-2025 dukungan dari PT. PLN Indonesia Power di Pulau Liwungan dan PT. Pelindo Regional II Banten di Pulau Badul," ujar Sekretaris Yayasan LAZ Harfa Banten, Mamak Jamaksari.

Dijelaskan, pada tahun 2024, PT. PLN Indonesia Power menggandeng LAZ Annur & LAZ Harfa Banten melaksanakan Program Koservasi  Terumbu Karang di Pulau Liwungan, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang dengan mendonasikan sebanyak 300 rak jaring laba-laba atau sekira 3.600 bibit karang. "Pelaksanaan transplantasi dilaksanakan oleh nelayan pegiatan terumbu karang di Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Panimbang, binaan dari FPTK Provinsi Banten, dimulai pada Desember 2024 hingga April 2025," katanya.

Dari hasil pengamatan langsung menggunakan kamera bawah laut yang diambil oleh tim dokumentasi FPTK Banten, sebagian besar rak dan bibit yang ditransplantasi beberapa bulan lalu kondisinya masih baik. "Ada puluhan rak yang posisinya terbalik atau terguling akibat terjangan ombak, namun bibit karang masih terikat erat pada rak. Sementara ratusan bibit karang terlepas dari ikatan pada rak jaring laba-laba, kemungkinan besar disebabkan pengikatan yang tidak sempurna dan juga pengaruh ombak bawah laut," ungkap Mamak.

Secara umum, lanjut Mamak, rak dan bibit karang yang ditransplantasi di Pulau Liwungan masih dalam kondisi baik berdasarkan hasil pengamatan/visual view (foto dan video) yang diambil menggunakan kamera bawah laut. "Mudah-mudahan dalam enam bulan sampai setahun ke depan tingkat pertumbuhan bibit-bibit karang juga bagus.

Usai monitoring, Tim LAZ Harfa mengevaluasi program konservasi dukungan PT. PLN Indonesia Power dengan menggelar diskusi dan tanya jawab bersama Tim FPTK Banten dan para nelayan pegiat pelestari terumbu karang. Acara tersebut dipandu Direktur Program LAZ Harfa, Imam Hidayat.***

default

LAZ HARFA BANTEN MONITORING TERUMBU KARANG DI PULAU LIWUNGAN DAN BADUL

PANDEGLANG.- Tim Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten selama dua hari, Senin dan Selasa (6-7 Oktober 2025) melakukan monitoring terumbu karang di Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang dan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

"Kami bersama tim dari FPTK Banten memonitoring Program Konservasi Terumbu Karang periode 2024-2025 dukungan dari PT. PLN Indonesia Power di Pulau Liwungan dan PT. Pelindo Regional II Banten di Pulau Badul," ujar Sekretaris Yayasan LAZ Harfa Banten, Mamak Jamaksari.

Dijelaskan, pada tahun 2024, PT. PLN Indonesia Power menggandeng LAZ Annur & LAZ Harfa Banten melaksanakan Program Koservasi  Terumbu Karang di Pulau Liwungan, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang dengan mendonasikan sebanyak 300 rak jaring laba-laba atau sekira 3.600 bibit karang. "Pelaksanaan transplantasi dilaksanakan oleh nelayan pegiatan terumbu karang di Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Panimbang, binaan dari FPTK Provinsi Banten, dimulai pada Desember 2024 hingga April 2025," katanya.

Dari hasil pengamatan langsung menggunakan kamera bawah laut yang diambil oleh tim dokumentasi FPTK Banten, sebagian besar rak dan bibit yang ditransplantasi beberapa bulan lalu kondisinya masih baik. "Ada puluhan rak yang posisinya terbalik atau terguling akibat terjangan ombak, namun bibit karang masih terikat erat pada rak. Sementara ratusan bibit karang terlepas dari ikatan pada rak jaring laba-laba, kemungkinan besar disebabkan pengikatan yang tidak sempurna dan juga pengaruh ombak bawah laut," ungkap Mamak.

Secara umum, lanjut Mamak, rak dan bibit karang yang ditransplantasi di Pulau Liwungan masih dalam kondisi baik berdasarkan hasil pengamatan/visual view (foto dan video) yang diambil menggunakan kamera bawah laut. "Mudah-mudahan dalam enam bulan sampai setahun ke depan tingkat pertumbuhan bibit-bibit karang juga bagus.

Usai monitoring, Tim LAZ Harfa mengevaluasi program konservasi dukungan PT. PLN Indonesia Power dengan menggelar diskusi dan tanya jawab bersama Tim FPTK Banten dan para nelayan pegiat pelestari terumbu karang. Acara tersebut dipandu Direktur Program LAZ Harfa, Imam Hidayat.***