KOTA CILEGON,- Setelah sukses melakukan transplantasi karang di Pulau Badul pada tahun 2024, kini, PT Pelindo Regional 2 Banten kembali menggulirkan program Konservasi Terumbu Karang berlokasi di Pulau Merak Besar, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Acara peluncuran program tersebut digelar pada Kamis (16/07/2026) dihadiri perwakilan Danlanal Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten, PT. Indah Kiat Pulp and Paper (Merak Mas Port), Camat Pulomerak dan unsur Muspika lainnya, Lurah dan Pengurus RT/RW setempat.
Manager Keuangan & SDM PT Pelindo, Donny Heryawan Setyaputra, mewakili General Manager Pelindo Regional 2 Banten menyatakan program Konservasi Terumbu Karang merupakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang senantiasa digulirkan perusahaan tersebut kepada masyarakat, salah satunya untuk lingkungan.
“Untuk transplantasi terumbu karang, kami bersama LAZ Harfa Banten dan dimotori rekan-rekan dari Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten telah dua kali melaksanakan yakni tahun 2024 di Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Pandeglang sebanyak 350 rak atau sekira 3.500 bibit karang. Dan tahun ini di Pulau Merak Besar, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Insya Allah sebanyak 225 rak atau sekira 2.250 bibit yang akan kita transplantasi,” katanya didampingi SM Hukum & Humas Pelindo Pusat, Dani Suhada.
Direktur LAZ Harfa, Abdul Rofur menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Pelindo Regional 2 Banten yang secara konsisten telah berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terumbu karang sebagai biota laut yang banyak manfaatnya bagi seluruh penghuni alam.
“Semoga, kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Merak Besar ini berjalan dengan baik dan hasilnya juga bagus, sehingga kelak akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten yang diwakili Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut Pesisir dan Pulau Kecil, Risnawati menyatakan menyambut baik kiprah nyata dari berbagai elemen, baik perusahaan, organisasi masyarakat dan lainnya dalam upaya melestarikan terumbu karang. “Upaya untuk melestarikan terumbu karang merupakan tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan rekan-rekan dari perusahaan dan juga organisasi masyarakat saat ini adalah wujud peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menyebutkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan, khususnya upaya pelestarian terumbu karang yang masih kurang “peminatnya”. Sebagian besar aksi peduli lingkungan saat ini lebih difokuskan pada pesisir dengan menanam mangrove dan darat/gunung/perbukitan dengan menanam pohon (reboisasi). “Sementara, terumbu karang yang kehidupannya terus terancam, bahkan setiap hari nyaris mengalami kematian, jarang dilirik dan sangat jarang juga aksinya. Untuk itu, FPTK Banten terus berupaya mengadvokasi seluruh elemen masyarakat agar peduli akan terumbu karang,” ujarnya.
Dijelaskan, selain transplantasi, FPTK Banten juga konsisten mengedukasi pelajar untuk mengenal, memahami dan mencintai terumbu karang melalui program Coral Reefs goes to School (CRgtS) atau Terumbu Karang Masuk ke sekolah. “Insya Allah, di Kota Cilegon ini ada sejumlah sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang akan dikunjungi program CRgtS,” pungkasnya.***
KOTA CILEGON,- Setelah sukses melakukan transplantasi karang di Pulau Badul pada tahun 2024, kini, PT Pelindo Regional 2 Banten kembali menggulirkan program Konservasi Terumbu Karang berlokasi di Pulau Merak Besar, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Acara peluncuran program tersebut digelar pada Kamis (16/07/2026) dihadiri perwakilan Danlanal Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten, PT. Indah Kiat Pulp and Paper (Merak Mas Port), Camat Pulomerak dan unsur Muspika lainnya, Lurah dan Pengurus RT/RW setempat.
Manager Keuangan & SDM PT Pelindo, Donny Heryawan Setyaputra, mewakili General Manager Pelindo Regional 2 Banten menyatakan program Konservasi Terumbu Karang merupakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang senantiasa digulirkan perusahaan tersebut kepada masyarakat, salah satunya untuk lingkungan.
“Untuk transplantasi terumbu karang, kami bersama LAZ Harfa Banten dan dimotori rekan-rekan dari Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten telah dua kali melaksanakan yakni tahun 2024 di Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Pandeglang sebanyak 350 rak atau sekira 3.500 bibit karang. Dan tahun ini di Pulau Merak Besar, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Insya Allah sebanyak 225 rak atau sekira 2.250 bibit yang akan kita transplantasi,” katanya didampingi SM Hukum & Humas Pelindo Pusat, Dani Suhada.
Direktur LAZ Harfa, Abdul Rofur menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Pelindo Regional 2 Banten yang secara konsisten telah berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terumbu karang sebagai biota laut yang banyak manfaatnya bagi seluruh penghuni alam.
“Semoga, kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Merak Besar ini berjalan dengan baik dan hasilnya juga bagus, sehingga kelak akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten yang diwakili Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut Pesisir dan Pulau Kecil, Risnawati menyatakan menyambut baik kiprah nyata dari berbagai elemen, baik perusahaan, organisasi masyarakat dan lainnya dalam upaya melestarikan terumbu karang. “Upaya untuk melestarikan terumbu karang merupakan tanggung jawab bersama. Apa yang dilakukan rekan-rekan dari perusahaan dan juga organisasi masyarakat saat ini adalah wujud peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menyebutkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan, khususnya upaya pelestarian terumbu karang yang masih kurang “peminatnya”. Sebagian besar aksi peduli lingkungan saat ini lebih difokuskan pada pesisir dengan menanam mangrove dan darat/gunung/perbukitan dengan menanam pohon (reboisasi). “Sementara, terumbu karang yang kehidupannya terus terancam, bahkan setiap hari nyaris mengalami kematian, jarang dilirik dan sangat jarang juga aksinya. Untuk itu, FPTK Banten terus berupaya mengadvokasi seluruh elemen masyarakat agar peduli akan terumbu karang,” ujarnya.
Dijelaskan, selain transplantasi, FPTK Banten juga konsisten mengedukasi pelajar untuk mengenal, memahami dan mencintai terumbu karang melalui program Coral Reefs goes to School (CRgtS) atau Terumbu Karang Masuk ke sekolah. “Insya Allah, di Kota Cilegon ini ada sejumlah sekolah tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang akan dikunjungi program CRgtS,” pungkasnya.***