GERAKAN MEMBANGUN TERUMBU KARANG

(GERBANG TERANG)

Wujudkan Laut Bersih, Sehat & Produktif

SEBANYAK 71 MAHASISWA FTUI TRANSPLANTASI KARANG DI PULAU LIWUNGAN

PANDEGLANG,- Sebanyak 71 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Sabtu (13/06/2026) melakukan aksi peduli lingkungan bawah laut dengan mentransplantasi karang di perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Laut dan Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia tahun 2026.

Selain aksi transplantasi karang, dalam peringatan tersebut juga digelar Lomba Mewarnai Gambar Terumbu Karang yang diikuti puluhan siswa kelas 1 dan 2, SD Negeri 2 Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

"Kegiatan hari ini merupakan program dari Badan Eksekutif Mahasiswa FTUI yakni Teknik Turun untuk Bumi atau Tektukbum vol.1 tahun 2026 dengan aksi peduli lingkungan, khususnya bawah laut berkolaborasi dengan komunitas FPTK Provinsi Banten," ujar M. Yahya Jafar selaku Ketua Panitia Tektukbum BEM FTUI.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, panitia Tektukbum mendonasikan sebanyak 25 rak/250 bibit karang untuk ditransplantasi di perairan Pulau Liwungan. "Donasi ini bersumber dari peserta Tektukbum yang ikut pada kegiatan tahun ini. Kami sangat bersyukur telah bisa berkontribusi langsung hari ini untuk menjaga alam, terutama lestarinya terumbu karang di Banten," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Tim Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Banten, Oki Oktaviana mengapresiasi kegiatan BEM FTUI tersebut sebagai wujud peran nyata mahasiswa/akademisi dalam turut menjaga kelestarian lingkungan. "Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan dari FTUI yang hari ini telah berkontribusi langsung dalam pelestarian terumbu karang di Banten," katanya seraya menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Wakil Ketua BEM FTUI.

Senada juga dikatakan Ketua FPTK Provinsi Banten, Nurwarta Wiguna. "Terima kasih dan bangga kami, kepada rekan-rekan mahasiswa FTUI, pada momen peringatan yang sangat penting ini bisa berkolaborasi dengan kami dalam mendukung Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) di Banten yang telah dicanangkan sejak tahun 2023. Semoga, kerjasama ini terus terjalin dengan baik dan berkelanjutan," imbuhnya.

 

Bagian Geopark Ujungkulon

Perwakilan Geopark Ujungkulon, Hilmy Hudaya mengaku bangga bisa ikut serta dalam aksi Hari Terumbu Karang Sedunia di Pulau Liwungan kemarin.

"Karena Geopark bukan sekadar soal warisan geologi yang megah, tetapi juga tentang hubungan harmonis antara bumi dan kehidupan di atasnya—termasuk ekosistem bawah laut," imbuhnya.

Dijelaskan, terumbu karang merupakan benteng hayati yang melindungi pesisir dan memperkaya biodiversitas.

"Melalui kegiatan ini, mari kita jaga integrasi utuh antara keindahan geologi dan kelestarian Bahari, sebagai warga bumi menjadi kensicayaan brkontribusi untuk planet bumi ini. Kata kuncinya bumi ini bukanlah warisan tetapi titipan untuk generasi mendatang, demi warisan masa depan yang berkelanjutan. Lestari alamnya, sejehtera masyarakatnya!" pungkas Hilmy.***

WhatsApp Image 2026 06 14 At 23.24.52

SEBANYAK 71 MAHASISWA FTUI TRANSPLANTASI KARANG DI PULAU LIWUNGAN

PANDEGLANG,- Sebanyak 71 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Sabtu (13/06/2026) melakukan aksi peduli lingkungan bawah laut dengan mentransplantasi karang di perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Laut dan Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia tahun 2026.

Selain aksi transplantasi karang, dalam peringatan tersebut juga digelar Lomba Mewarnai Gambar Terumbu Karang yang diikuti puluhan siswa kelas 1 dan 2, SD Negeri 2 Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

"Kegiatan hari ini merupakan program dari Badan Eksekutif Mahasiswa FTUI yakni Teknik Turun untuk Bumi atau Tektukbum vol.1 tahun 2026 dengan aksi peduli lingkungan, khususnya bawah laut berkolaborasi dengan komunitas FPTK Provinsi Banten," ujar M. Yahya Jafar selaku Ketua Panitia Tektukbum BEM FTUI.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, panitia Tektukbum mendonasikan sebanyak 25 rak/250 bibit karang untuk ditransplantasi di perairan Pulau Liwungan. "Donasi ini bersumber dari peserta Tektukbum yang ikut pada kegiatan tahun ini. Kami sangat bersyukur telah bisa berkontribusi langsung hari ini untuk menjaga alam, terutama lestarinya terumbu karang di Banten," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Tim Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Banten, Oki Oktaviana mengapresiasi kegiatan BEM FTUI tersebut sebagai wujud peran nyata mahasiswa/akademisi dalam turut menjaga kelestarian lingkungan. "Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan dari FTUI yang hari ini telah berkontribusi langsung dalam pelestarian terumbu karang di Banten," katanya seraya menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Wakil Ketua BEM FTUI.

Senada juga dikatakan Ketua FPTK Provinsi Banten, Nurwarta Wiguna. "Terima kasih dan bangga kami, kepada rekan-rekan mahasiswa FTUI, pada momen peringatan yang sangat penting ini bisa berkolaborasi dengan kami dalam mendukung Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) di Banten yang telah dicanangkan sejak tahun 2023. Semoga, kerjasama ini terus terjalin dengan baik dan berkelanjutan," imbuhnya.

 

Bagian Geopark Ujungkulon

Perwakilan Geopark Ujungkulon, Hilmy Hudaya mengaku bangga bisa ikut serta dalam aksi Hari Terumbu Karang Sedunia di Pulau Liwungan kemarin.

"Karena Geopark bukan sekadar soal warisan geologi yang megah, tetapi juga tentang hubungan harmonis antara bumi dan kehidupan di atasnya—termasuk ekosistem bawah laut," imbuhnya.

Dijelaskan, terumbu karang merupakan benteng hayati yang melindungi pesisir dan memperkaya biodiversitas.

"Melalui kegiatan ini, mari kita jaga integrasi utuh antara keindahan geologi dan kelestarian Bahari, sebagai warga bumi menjadi kensicayaan brkontribusi untuk planet bumi ini. Kata kuncinya bumi ini bukanlah warisan tetapi titipan untuk generasi mendatang, demi warisan masa depan yang berkelanjutan. Lestari alamnya, sejehtera masyarakatnya!" pungkas Hilmy.***