GERAKAN MEMBANGUN TERUMBU KARANG

(GERBANG TERANG)

Wujudkan Laut Bersih, Sehat & Produktif

FPTK BANTEN DAN PANITIA TEKTUKBUM BEM FTUI GELAR EDUKASI DAN TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG

SERANG.- Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia (8 & 9 Juni 2026) bakal dijadikan momentum bersama oleh FPTK Provinsi Banten dan Panitia Teknik Turun untuk Bumi (Tektukbum) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknis Universitas Indonesia (BEM FTUI) untuk mengedukasi sekaligus aksi lestarikan terumbu karang di Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang digelar untuk edukasi yakni Lomba Mewarnai Gambar Terumbu Karang dengan peserta sebanyak 40 siswa SD Negeri 2 Tanjung Jaya-Panimbang dan untuk transplantasi karang akan diikuti sebanyak 75 mahasiswa FTUI. "Rencananya kami akan mentransplantasi sebanyak 300 bibit karang/30 rak jaring laba-laba di Perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Pandeglang," tutur Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna.

Ia menyatakan, dalam kegiatan tersebut akan dihadiri sejumlah institusi pemerintah maupun perwakilan lembaga pendukung. "Dari Bappeda/Sekretariat SDGs Banten, Kantor Pencarian & Pertolongan Banten, Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, SMA Presiden 2 Boarding School Tanjung Lesung, Perkumpulan Boedak Saung dan lainnya akan turut serta dalam kegiatan tersebut. Tema utama yang kami usung adalah Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan," imbuhnya.

Nurwarta menegaskan tujuan peringatan guna mengedukasi masyarakat, terutama anak dan remaja tentang ancaman yang dihadapi terumbu karang, akibat perubahan iklim, polusi, penggunaan alat tangka ikan yang tidak ramah lingkungan dan penangkapan ikan yang berlebihan, serta pentingnya upaya konservasi untuk melindungi ekosistem yang vital ini. "Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten akan menyampaikan materi kepada para mahasiswa nantinya, agar ke depan, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian terumbu karang," katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan & Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten, Anita Widiastuti, SSTP., M.Si menuturkan Indonesia adalah bagian inti dari kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia, pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di planet ini.

"Provinsi Banten sebagai wilayah yang berada di gerbang strategis Selat Sunda dan memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 500 kilometer serta mempunyai kekayaan bawah lautnya di kawasan Ujung Kulon, Pulau Tunda, Pulau Sangiang, hingga pesisir Selatan. hal itu menjadikan Banten memegang peran krusial sebagai benteng perlindungan keanekaragaman hayati tersebut," katanya.

Ditambahkan Anita, bagi Bappeda maupun Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Banten, peringatan tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial lingkungan. Ini adalah implementasi nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 14: Ekosistem Laut (Life Below Water), yang saling bertautan dengan Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui sektor perikanan dan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Terumbu karang yang sehat adalah fondasi utama bagi Ketahanan Pangan, Perisai Alam dan Ekonomi Biru (Blue Economy).

"Kami mengajak seluruh aktor pembangunan di Provinsi Banten mulai dari akademisi, sektor swasta melalui program CSR, komunitas lingkungan, kelompok nelayan, hingga generasi muda untuk bersinergi dalam konsep Aktor Pentahelix. Bersama-sama, kita harus menghentikan pembuangan sampah ke sungai yang bermuara ke laut, menjaga kelestarian pesisir, dan mengadopsi gaya hidup yang minim jejak karbon," imbuhnya.

Harapannya, menjaga terumbu karang adalah investasi mutlak untuk memastikan masyarakat di Banten, kini dan yang akan datang masih bisa melihat keindahan laut, menikmati hasil laut yang berlimpah, dan hidup aman di wilayah pesisir pada masa depan. "Mari jadikan Hari Segitiga Terumbu Karang 2026 ini sebagai momentum pengingat bahwa masa depan Banten, ada di birunya laut kita. Dan kami sangat mendukung kolaborasi dari FPTK Banten bersama mahasiswa dari FTUI yang akan menggelar aksi edukasi dan transplantasi karang," pungkasnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir & Pulau-Pulau Kecil pada Dinas Perikanan dan Keluatan (DKP) Provinsi Banten, Bay Adam Hasyim, S.Pi mengapresiasi praktek baik yang bakal dilakukan FPTK Banten dan BEM FTUI pada momentum yang sangat penting tersebut. "Kami dari DKP Banten sangat mendukung event ini. Dan berharap, kolaborasi untuk lestarikan terumbu karang di Banten ini terus berkelanjutan," ungkapnya saat menerima undangan dari Ketua FPTK Banten, Senin (08/06/2026).

 

Pentingnya Kolaborasi

Dikutif dari website panennews.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memanfaatkan momentum peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan Hari Terumbu Karang Sedunia (Coral Triangle Day) 2026 untuk memperkuat aksi kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Berbagai program konservasi, pengurangan sampah plastik, hingga pengembangan ekonomi biru menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Juni 2026 di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali. Peringatan tersebut digelar bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya WWF-Indonesia, CTI-CFF, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, serta berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dan kelautan.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai aksi nyata diperkuat, mulai dari pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting pesisir dan laut, hingga pengembangan program ekonomi biru yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang. “Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, mitra, akademisi, hingga masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mewujudkan masa depan laut Indonesia yang lebih produktif dan lestari,” ujar Koswara di Bali, Minggu (7/6/2026).***

Foto Berita

FPTK BANTEN DAN PANITIA TEKTUKBUM BEM FTUI GELAR EDUKASI DAN TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG

SERANG.- Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Segitiga Terumbu Karang Sedunia (8 & 9 Juni 2026) bakal dijadikan momentum bersama oleh FPTK Provinsi Banten dan Panitia Teknik Turun untuk Bumi (Tektukbum) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknis Universitas Indonesia (BEM FTUI) untuk mengedukasi sekaligus aksi lestarikan terumbu karang di Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang digelar untuk edukasi yakni Lomba Mewarnai Gambar Terumbu Karang dengan peserta sebanyak 40 siswa SD Negeri 2 Tanjung Jaya-Panimbang dan untuk transplantasi karang akan diikuti sebanyak 75 mahasiswa FTUI. "Rencananya kami akan mentransplantasi sebanyak 300 bibit karang/30 rak jaring laba-laba di Perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Pandeglang," tutur Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna.

Ia menyatakan, dalam kegiatan tersebut akan dihadiri sejumlah institusi pemerintah maupun perwakilan lembaga pendukung. "Dari Bappeda/Sekretariat SDGs Banten, Kantor Pencarian & Pertolongan Banten, Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, SMA Presiden 2 Boarding School Tanjung Lesung, Perkumpulan Boedak Saung dan lainnya akan turut serta dalam kegiatan tersebut. Tema utama yang kami usung adalah Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan," imbuhnya.

Nurwarta menegaskan tujuan peringatan guna mengedukasi masyarakat, terutama anak dan remaja tentang ancaman yang dihadapi terumbu karang, akibat perubahan iklim, polusi, penggunaan alat tangka ikan yang tidak ramah lingkungan dan penangkapan ikan yang berlebihan, serta pentingnya upaya konservasi untuk melindungi ekosistem yang vital ini. "Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten akan menyampaikan materi kepada para mahasiswa nantinya, agar ke depan, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian terumbu karang," katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan & Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten, Anita Widiastuti, SSTP., M.Si menuturkan Indonesia adalah bagian inti dari kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia, pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di planet ini.

"Provinsi Banten sebagai wilayah yang berada di gerbang strategis Selat Sunda dan memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 500 kilometer serta mempunyai kekayaan bawah lautnya di kawasan Ujung Kulon, Pulau Tunda, Pulau Sangiang, hingga pesisir Selatan. hal itu menjadikan Banten memegang peran krusial sebagai benteng perlindungan keanekaragaman hayati tersebut," katanya.

Ditambahkan Anita, bagi Bappeda maupun Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Banten, peringatan tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial lingkungan. Ini adalah implementasi nyata dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 14: Ekosistem Laut (Life Below Water), yang saling bertautan dengan Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui sektor perikanan dan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Terumbu karang yang sehat adalah fondasi utama bagi Ketahanan Pangan, Perisai Alam dan Ekonomi Biru (Blue Economy).

"Kami mengajak seluruh aktor pembangunan di Provinsi Banten mulai dari akademisi, sektor swasta melalui program CSR, komunitas lingkungan, kelompok nelayan, hingga generasi muda untuk bersinergi dalam konsep Aktor Pentahelix. Bersama-sama, kita harus menghentikan pembuangan sampah ke sungai yang bermuara ke laut, menjaga kelestarian pesisir, dan mengadopsi gaya hidup yang minim jejak karbon," imbuhnya.

Harapannya, menjaga terumbu karang adalah investasi mutlak untuk memastikan masyarakat di Banten, kini dan yang akan datang masih bisa melihat keindahan laut, menikmati hasil laut yang berlimpah, dan hidup aman di wilayah pesisir pada masa depan. "Mari jadikan Hari Segitiga Terumbu Karang 2026 ini sebagai momentum pengingat bahwa masa depan Banten, ada di birunya laut kita. Dan kami sangat mendukung kolaborasi dari FPTK Banten bersama mahasiswa dari FTUI yang akan menggelar aksi edukasi dan transplantasi karang," pungkasnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir & Pulau-Pulau Kecil pada Dinas Perikanan dan Keluatan (DKP) Provinsi Banten, Bay Adam Hasyim, S.Pi mengapresiasi praktek baik yang bakal dilakukan FPTK Banten dan BEM FTUI pada momentum yang sangat penting tersebut. "Kami dari DKP Banten sangat mendukung event ini. Dan berharap, kolaborasi untuk lestarikan terumbu karang di Banten ini terus berkelanjutan," ungkapnya saat menerima undangan dari Ketua FPTK Banten, Senin (08/06/2026).

 

Pentingnya Kolaborasi

Dikutif dari website panennews.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memanfaatkan momentum peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan Hari Terumbu Karang Sedunia (Coral Triangle Day) 2026 untuk memperkuat aksi kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Berbagai program konservasi, pengurangan sampah plastik, hingga pengembangan ekonomi biru menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Juni 2026 di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali. Peringatan tersebut digelar bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya WWF-Indonesia, CTI-CFF, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, serta berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dan kelautan.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai aksi nyata diperkuat, mulai dari pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting pesisir dan laut, hingga pengembangan program ekonomi biru yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang. “Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, mitra, akademisi, hingga masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mewujudkan masa depan laut Indonesia yang lebih produktif dan lestari,” ujar Koswara di Bali, Minggu (7/6/2026).***