PANDEGLANG.- Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten bekerjasama dengan Perkumpulan Boedak Saung, menggelar sosialisasi edukasi terumbu karang bertajuk Coral Reefs goes to School (CRgtS) di SDN Banyuasih 1 dan MTs Darul Azqiya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/07/2026).
Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menuturkan, CRgtS merupakan kegiatan dalam rangka membentuk karakter konservasi, khususnya terumbu karang pada kalangan pelajar dari mulai TK/PAUD/MD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Provinsi Banten. "CRgtS merupakan Pilar Pertama dari Program Gerakan Membangun Terumbu Karang atau Gerbang Terang yang sudah diluncurkan sejak tahun 2025," katanya.
Ditegaskan, pada tahun 2026, FPTK Banten menargetkan 20 sekolah di wilayah Provinsi Banten dengan jumlah sasaran siswa sekira 500 orang. "Mudah-mudahan target ini tercapai. Tentunya, kami sangat membutuhkan dukungan dari pentahelix di Banten," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, FPTK Banten bersama Boedak Saung membagikan Pin dan buku tulis edisi edukasi terumbu karang kepada seluruh peserta. Sementara untuk pihak sekolah diberikan poster mengenal terumbu karang, jenis dan manfaatnya. "Metode edukasi melalui penyampaikan materi berformat video animasi 3D. Video edukasi ini sangat disenangi para siswa," katanya.
Kepala SDN Banyuasih 1 Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Ade Sutisna menyatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk anak – anak didiknya.
“Kami menyambut baik kehadiran FPTK Banten dan Perkumpulan Boedak Saung, melalui kegiatan edukasi terumbu karang, diharapkan anak didik kami mendapat wawasan baru dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Ade, SDN Banyuasih 1 Cigeulis merupakan salah satu sekolah yang terletak berdekatan dengan pantai atau laut. Oleh karenanya, edukasi tersebut dianggapnya penting. "Jangankan bagi siswa, kami sendiri dari kalangan pendidik sangat tertarik dan menilai penting kegiatan edukasi ini. Semoga, ini bisa berjalan terus pada tahun-tahun berikutnya," harap Ade.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung Mardiana Tirtalaksana menyatakan, kegiatan ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. “Tahun 2026 untuk di Pandeglang, ini yang pertama kalinya memanfaatkan momen MPLS. Insya Allah ke depan, akan terus dilakukan lagi, agar lebih massif,” ungkapnya.
Dari SDN Banyuasih 1, kegiatan dilanjutkan ke MTs Darul Azqiya. Meski lokasi sekolah tersebut jauh dari pantai/laut, tetap menjadi target edukasi dari FPTK Banten dan Boedak Saung. "Edukasi terumbu karang tidak melihat status lokasi sekolah. Mau pesisir maupun non pesisir, tetap menjadi sasaran kegiatan," pungkas Mardiana.
Di MTs Darul Azqiya, puluhan peserta tidak hanya diberikan materi edukasi terumbu karang, juga diajarkan cara mentransplantasi karang melalui media Rak Jaring Laba-Laba. "Mereka sangat senang, dan ini merupakan pengalaman sekaligus ilmu pengetahuan baru bagi anak-anak," ujar Guru Pendamping, Rusmana.***

PANDEGLANG.- Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten bekerjasama dengan Perkumpulan Boedak Saung, menggelar sosialisasi edukasi terumbu karang bertajuk Coral Reefs goes to School (CRgtS) di SDN Banyuasih 1 dan MTs Darul Azqiya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/07/2026).
Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menuturkan, CRgtS merupakan kegiatan dalam rangka membentuk karakter konservasi, khususnya terumbu karang pada kalangan pelajar dari mulai TK/PAUD/MD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Provinsi Banten. "CRgtS merupakan Pilar Pertama dari Program Gerakan Membangun Terumbu Karang atau Gerbang Terang yang sudah diluncurkan sejak tahun 2025," katanya.
Ditegaskan, pada tahun 2026, FPTK Banten menargetkan 20 sekolah di wilayah Provinsi Banten dengan jumlah sasaran siswa sekira 500 orang. "Mudah-mudahan target ini tercapai. Tentunya, kami sangat membutuhkan dukungan dari pentahelix di Banten," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, FPTK Banten bersama Boedak Saung membagikan Pin dan buku tulis edisi edukasi terumbu karang kepada seluruh peserta. Sementara untuk pihak sekolah diberikan poster mengenal terumbu karang, jenis dan manfaatnya. "Metode edukasi melalui penyampaikan materi berformat video animasi 3D. Video edukasi ini sangat disenangi para siswa," katanya.
Kepala SDN Banyuasih 1 Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Ade Sutisna menyatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk anak – anak didiknya.
“Kami menyambut baik kehadiran FPTK Banten dan Perkumpulan Boedak Saung, melalui kegiatan edukasi terumbu karang, diharapkan anak didik kami mendapat wawasan baru dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Ade, SDN Banyuasih 1 Cigeulis merupakan salah satu sekolah yang terletak berdekatan dengan pantai atau laut. Oleh karenanya, edukasi tersebut dianggapnya penting. "Jangankan bagi siswa, kami sendiri dari kalangan pendidik sangat tertarik dan menilai penting kegiatan edukasi ini. Semoga, ini bisa berjalan terus pada tahun-tahun berikutnya," harap Ade.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung Mardiana Tirtalaksana menyatakan, kegiatan ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. “Tahun 2026 untuk di Pandeglang, ini yang pertama kalinya memanfaatkan momen MPLS. Insya Allah ke depan, akan terus dilakukan lagi, agar lebih massif,” ungkapnya.
Dari SDN Banyuasih 1, kegiatan dilanjutkan ke MTs Darul Azqiya. Meski lokasi sekolah tersebut jauh dari pantai/laut, tetap menjadi target edukasi dari FPTK Banten dan Boedak Saung. "Edukasi terumbu karang tidak melihat status lokasi sekolah. Mau pesisir maupun non pesisir, tetap menjadi sasaran kegiatan," pungkas Mardiana.
Di MTs Darul Azqiya, puluhan peserta tidak hanya diberikan materi edukasi terumbu karang, juga diajarkan cara mentransplantasi karang melalui media Rak Jaring Laba-Laba. "Mereka sangat senang, dan ini merupakan pengalaman sekaligus ilmu pengetahuan baru bagi anak-anak," ujar Guru Pendamping, Rusmana.***
